STRELISASI

April 10, 2009 at 4:01 am Tinggalkan komentar

Pembotolan ( Home Canning )

Pembotolan ialah pengawetan dalam botol caranya sama saja dengan pengawetan dalam Kaleng (can), cara ini terkenal pula sebagai canning (pengalelangan ) juga, meskipun yang dipakai sebagai wadah bukang kaleng lagi , melainkan botol gelas , karena dilakukan sebagai industri rumah , ia pun terkenal sebagai home canning. Disamping itu diperlukan juga Autoclaap atau Pressure cooker yang bisa digunakan untuk mensterilkan susu atau mikrobiologi . Karena itu , proses pembotolan atau home Canning ini sering juga dianggap pengawetan dengan sterelisasi.

Pada garis besarnya , pembotolan ikan dilakukan sebagai berikut :

Sebelum mengerjakan ikan, kita harus mensterilkan botol jem berikut tutupnya yang hendak kita pakai itu dengan jalan merendamnya dalam larutan kaporit 1 % selama 24 Jam, supaya bakteri yang ada di dalamnya dapat tertumpas. Sesudah itu , baru dicuci dengan air mendidih dan dikeringkan agar bebas dari kaporit yang telah digunakan .

Supaya ikan yang dibotolkan itu tidak berbau Lumpur, pilihlah ikan yang segar benar dan dicuci kereneng . Kemudian dicuci sekali lagi dengan air bersih , sebersih – bersihnya. Dalam hal ini isi perut ikan dibuang , dengan memotong nya dengan ibu jari dan telunjuk , sambil menarik isi perut itu kepala harus dibuang , karena rongga insang dan celah matanya merupakan sumber kotoran yang menimbulkan bau lumpur .

Ikan Sudah yang  disiangi ini , dibasuh lagi sebersih bersih , kemudian direndam dalam larutan garam 25 % selama 10 Menit . Sesudah itu ikan dicuci selama 10 Menit . Sesudah itu ikan dicuci lagi dengan air bersih , Kemudian ditiriskan .

Setelah kering airnya, ikan dijemur selama 2 Jam untuk memperkuat Kulitnya.

Ikan yang sudah kuat ini kemudian dikukus selama 15 menit , untuk mengurangi kadar air yang ada dagingnya . Sesudah itu masih harus dikeringkan kembali di atas tampah yang bersih , sampai dagingnya menjadi agak keras.

Sementara itu, botol jem yang sudah disterilkan dan dicuci telah tersedia . Bagi tiap 250 Gram ikan ( yang dapat masuk ke dalam satu botol jem ), harus disediakan garam 3/4 sendok makan, minyak goreng 3 sendok makan , dan saus tomat 3 sendok makan . Setelah semuanya dimasukkan kedalam botol, botol ditutup serapat rapatnya, kemudian dimasak dalam autoclaaf yang dilengkapi dengan manometer dan thermometer.

Sebuah autoclaaf bergaris tengah 30 cm biasanya memuat 10 botol sekaligus

Setelah tutup autoclaaf dipasang dan disekerup rapat , autoclaaf dipasang dan disekerup rapat autoclaaf kemudian ditaruh diatas kompor yang nyalanya cukup besar . supaya proses pemanasan dapat berjalan cepat Katup udara harus dibiarkan terbuka dulu, sementara pemanasan dimulai . Maksudnya supaya udara yang ada dalam autoclaaf itu dapat keluar . Sementara itu semua udara pasti keluar disusul oleh uap air . Barulah katup udara ditutup rapat . Kalau katup ini kita tutup tergesa gesa sehingga masih ada udara yang tersekap dalam autoclaaf , maka udara ini akan merupakan dinding penghalang yang menghambat rambatan panas. Tidaklah demikian halnya , apabila yang meliputi botol jem itu air semuanya. kalau suhu sudah mencapai 115 Celcius , maka mulai saat itulah dihitung lamanya waktu pemanasan autoclaaf .

Supaya suhu dan tekanan tidak semakin naik terus autoclaaf itu dilengkapi dengan sebuah pentil udara  yang dapat membuka sendiri , bila  tekanannya melebihi batas.

Setelah  dimasak  selama  1 jam terhitung mulai saat tercapainya  suhu 115 C tadi , api dipadamkan  , kemudian suhu diturunkan pelan pelan , dengan jalan membiarkan autoclaaf  itu sendiri.Pendinginan  tidak boleh dipercepat dengan membuka katup udara .Sebab , kalau terlalu cepat ,cairan dalam botol jem  itu akan meluap keluar ( karena  penurunan  tekanan yang sekonyong – konyong ), dan tutup botol dapat terbuka .

Sekarang menggunakan  autoclaaf makin lama  makin ditinggalkan , diganti dengan penggunaan  panci pressure cooker yang lebih ringan dan lebih ringan  dan  lebih kecil , serta lebih praktis penggunaannya.

Pressure cooker juga mempunyai katup udara udara yang sekaligus  bertugas sebagi pentil pengaman, yang dapat membuka sendiri, apabila tekanan  udara dalam  pressure cooker mulai melebihi batas .Ia tidak dilengkapi dengan thermometer atau manometer, karena , karena  memang tidak diperlukan .

Pada pengunaan pressure cooker ini , mula mula pentil pengaman itu harus bebas mengeluarkan semua udara yang tersekap di dalamnya, berikut uap air permulaan yang terbentuk oleh pemanasan.Kemudian , setelah beberapa menit  dibiarkan mengeluarkan uap air , pentil itu ditekan beberapa kali, sampai letaknya tepatnya tepat menutup  lubang , hingga panci pressure  cooker itu tertutup rapat dan memperoleh tekanan yang diperlukan untuk mempercepat pemasakan.

Pengalengan.

Pengalengan Ikan adalah Pengawetan ikan dalam kaleng. Yang prinsipnya  sama  dengan strerilisasi  pada  pembotolan  ikan. Hanya wadahnya saja  yang berbeda, sehingga pengerjaannya pun berbeda, sehingga pengerjaannya  pun berbeda .

Jenis Ikan yang banyak sekali  diawet dalam kaleng  pada saat ini adalah ikan tongkol, lemuru , sardin , dan ikan kembung.Meskipun juga  ikan bandeng.

Langkah pengalelangan ikan ialah sebagai berikut.

1. Ikan  dibersihkan .Sisik dan isi perutnya  dibuang .Sambil membersihkan ikan ini, Perlu diadakan pemilihan yang ketat. Hanya ikan yang baik saja yang diterima.

2. Sesudah dibersihkan ikan dipotong – dipotong sesuai dengan, ikan dipotong – potong sesuai dengan  ukuran Kaleng  yang dipakai. Kemudian  dimasukkan kedalam kaleng yang sudah bersih . Agar tiap kaleng  dapat isi yang sama. sehingga perlu dilakukan penimbangan  sesuai dengan isi kaleng.

3. Kaleng yang sudah terisi dengan ikan , di isi dengan bambu , yang sesuai  dengan selera  atau permintaan  para konsumen. Bumbu atau saus yang paling sederhana  hanya berupa air dan garam saja . Umumnya  bumbu itu dimasukkan  dalam  keadaan panas . Sesudah  bumbu dimasukkan  kedalam kaleng , tutup kaleng ditumpangkan diatas masing masing kaleng.

4. Kemudian Kaleng ditutup rapat.Penutupan  bisa langsung  dan dapat juga dengan  pemanasan  kaleng lebih dulu.Jika  alat penutup itu mesin penutup kaleng Vakum, maka  hawa  yang ada dalam kaleng itu dapat dihisap keluar secara mekanis , kemudian segera  tutup rapat rapat  . Bila mesin penutup kaleng  tidak  mampu  mengisap  hawa supaya timbul  vakum  , maka  kaleng yang berisi ikan dan bumbu  itu harus  kita lewatkan  melalui terowongan panas  , yang dapat memanaskan kaleng itu dengan  cepat , dengan suhu  80  C – 95  C .

5. Selesai  pemanasan  untuk mencapai waktu vakum itu , kaleng ditutup Rapat rapat dengan mesin .Dan   selesai Penutupan  , kaleng harus  dicuci dengan air  Sabun , untuk menghilangkan  bekas  minyak  yang mungkin ada pada bagian luar kaleng.

6. Kaleng yang sudah bersih , dimasak dalam tempat pemasakan ( umumnya berupa retort atau autoclaaf ) dengan uap air  . Penentuan pemanasan  berdasarkan  eksperimen  dalam laboratorium penelitian  teknologi makanan  yang sudah tentu menyiarkan hasil laporan hasil eksperimen  kepada kita.

7. Segera sesudah pemanasan  selesai , kaleng harus  segera  di dinginkan  dengan cepat , dengan air dingin atau udara  sejuk .

8.  Kaleng  yang sudah dingin  kemudian  dicuci  lagi ( kalau perlu ) untuk menghilangkan  lemak mungkin  datang dari  kaleng  yang bocor, waktu  dimasak bersama sama  dalam retort, kemudian kaleng  yang sudah bersih diberi  etiket.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Hello world! IDENTITAS NASIONAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


April 2009
S S R K J S M
     
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Feeds

Arsip

Pos-pos Terbaru

Komentar Terbaru

Mr WordPress di Hello world!

Blog Stats

  • 4,790 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Tulisan Teratas


%d blogger menyukai ini: